
Gaperling Kota Tarakan '08


Aku takkan menangisi cinta yang t’lah berlalu
pun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi
Sendiri bukanlah sebuah akhir,
sebagaimana mencintamu hanyalah awal
Takkan juga kumenyalahkan rasa jika esok masih ada
Takkan pula kubertanya pada sang Kuasa
tentang makna dibalik perjumpaan dan perpisahan
Tujuan hidupku bukan hanya untuk cinta

Tulisan ini untuk seseorang yang pernah mengisi hari-hariku...
Dear are you..
Pertama pertemuan kita di tempat ini, kota kecil tapi banyak aktivitas, lalu ia mengenalkanku padamu,... kau yang membantuku menemukan pekerjaanku, ga ada yang sepesial antara kita hanya sebatas teman biasa, rekan kerja, dan tetangga. Bulan berganti bulan entah apa yang kau rasa...aku pun tak tau itu ada dalam hatimu, awalnya biasa saja, karena aku tau tak mungkin kau tertarik padaku, tapi nyata lain dari apa yng aku fikirkan, “kiss me” itu terasa indah to aku, dan entah kenapa kurasakan pelukan hangat itu sangat membuaiku...”maaf kan aku” itulah kata yan kau ucapkan, tapi entah kenapa aku hanya tersenyum, harusnya aku marah, harusnya aku ga rela,... tapi kenapa hatiku mengiyakan
Setelah waktu itu berlalu, kita saling dekat, jujur aku tau itu tak mudah karena dia sudah punya segalanya, aku merasa kecil didepannya, tapi benih sayang mulai tumbuh dihatiku, dan itu juga terlihat dari sikapmu pada ku...,
Dan taukah ....
Aku mulai mencintainya..... sentuhanmu membuatku terlupa siapa dia,siapa aku dan dimana kami.....segalanya begitu cepat dan kami menikmatinya, jujur aku adalah jiwa kesepian, aku adalah orang yang selalu haus akan kasih sayank,......
Dan kau hadir disaat aku sedang kehampaan, mezki itu sangat jauh dari ingatanku....
Siapa aku dan siapa kamu, ajaran kita melarang itu....
Semakin lama, kita semakin gila, apa yang kita lakuin diambang batas kewajaran, kau dan aku... ya kita telah saling jatuh cinta, cinta yang membutakan mata hati kita, bahwa kita tak mungkin bersama,...waktu pula yang mengantarkan kita untuk selalu bersama, aku benar2 tak bisa tanpa kamu, begitu juga aku, “nikah yu” itu yang sering kau ucapkan, tapi kenapa aku begitu sulit mengatakan ia, “tunggu lulus kuliah dulu ya” itu yang selalu ku katakan padamu, dan kau pun pura 2 ngambek, dan aku merayumu, sehingga kau ga ngambek lagi, hari 2 berlalu, entah apa yang kau rasakan, tapi kau selalu ada to aku, apa yang aku inginkan selalu kau penuhi.... akhirnya aku menjadi manja olehmu, kau yang memanjakanku, kau yang memenuhi segala permintaanku, kau tak pernah marah,
Kau tau...sempat aku berpikir ...mungkinkah kita akan bersama, sedangkan kau telah bersamanya, dia yang menyayangimu, dia yang menemani hari2mu, sedangkan aku, siapa aku, aku perusak ....meskipun bukan aku yang memulainya....
Kita pernah pergi ketempat ini, tempat dimana tak ada yang mengenal kita, meskipun mereka selalui menghantui kita, dan merusak acara kita, aku sangat ga ingin semua cepat berlalu, aku selalu ingin bersama ma kamu, berdua tanpa mereka tanpa ada yang mengganggu, sampai kita kembali kekota ini, kota kecil dimana kita pernah bertemu, masih kurasakan indahnya kecupanmu, hangatnya pelukanmu, dan lembutnya belaianmu.
Taukah.......
Kau mulai berubah sejak itu, kau tersadar apa yang kita lakukan ini slah, apa yang kita buat ini adalah yang dilarang, dan kau pun mulai menjauhiku, kau tak semanis yang dulu, sikapmu kasar, dan kau tak peduli lagi padaku, sungguh bukan ini yang aku inginkan diakhir cerita kita, bukan perpisahan yang aku harafkan diakhir kisah kita, kenpa kau begitu tega mencampakkan aku, kenapa terlalu sulit kuterima semua ini, apa salahku, apa yang kau inginkan dariku????
Are you.........
Aku hanya ingin belaian kasih sayangmu, karena aku adalah jiwa yang kesepian, aku adalah orang yang selalu sendirian, kenapa kau pergi meninggalkanku????
Hilangkah rasa cintamu padaku???
Bosankah kamu padaku????
Apa kau menginginkan yang lain????
Segala usaha ku coba meyakinkanmu, bahwa aku mencintaimu, bahwa kau yang terindah dalam hidupku, tapi sia2, kau menutup hatimu untukku, kau menguncinya rapat2, kau campakkan aku, dan kau melupakanku, semudah itukah kau meninggalkan kenangan kita, segampang itukah kau melupakan aku???? Kenapa kau mengatakan aku meghancurkan kehidupanmu??? Siapa yang slah aku atau kamu.... siapa yang memulai cerita ini.....jujur mencintai kamu Cuma butuh waktu 1 detik saja, tapi untuk melupakanmu butuh waktu seumur hidupku....
Sekarang kita menjadi sosok yang tak saling kenal, kita menjadi sebuah moment yang tertoreh diatas tinta hitam diatas blogku....
Kamu memang hebat, bisa melupakan aku begitu cepat.....sedangkan aku!!!!
Aku seniri didalam kehampaan karena aku adalah jiwa yang kesepian, dan jiwa ini akan tetap sepi sampai akhir hidupku.....
Kerasnya hidup memaksa aku menitikkan air mata ini........
Biarlah waktu yang akn menjawab segalanya...
Dengan segala ketidak berdayaanku aku menangis..... karena aku lelah, lelah to menatap kisah sedih yang tak berujung ini........
Pesanku “sayank... andai sayang mendengar bisikan angin, itulah suara hatiku yang menjerit memanggil namamu, andai...sayang melihat daun yang melambai itulah lambaian tanganku yang memanggil dirimu, andai ...sayank merasakan detaknya gerimis malam, itulah tangisan hatiku yang tak pernah lupa akan dirimu, walaupun sayang jauh dariku namun hatiku selalu dekat denganmu”
Story stay in Tarakan City,”are you”
Aku adalah jiwa yang kesepian....
Diantara kegalauan seribu hati mungkin akulah yang paling resah..
Kegelisahan yang membuat jiwaku kian merana, apa karena salahku sendiri ya
Aku ingin menggapai bulan padahal aku udah punya bintang yang indah....
Kini aku kehilangan nya , aku mulai merasakan kesepian ini, kian merasuki aku,...
Ohhh.......beban ini terasa berat, entahlah apa yang aku lakukan pada hidupku sendiri, jalan apa ini, arah yang mana yang musti aku ambil, apa kah ini semua adalah jalan yang Engkau gariskan padaku.....lelah aku menjalaninya,.....sipa yang aku cari...apa yang aku inginkan, aku kadang galau bertanya ini pada diri aku sendiritapi ini harus aku tanyakan, karena hatiku ga bisa bohong kalo aku inginkan dia hadir disela hari2ku.....
Mereka yang pernah ada dalam hidupku kini satu persatu menemukan kehidupannya sendiri, tinggal aku sendiri..........
Menyesal... ga ada guna....
"kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri...saat ini adalah anugrah"

Ketika semua nada terasa sumbang di telinga....kurasakan kian rapuhnya hati , merangkak meninggalkan segala kegelisahan.... meraung memanggil cinta yang pernah aku rasakan,..okh kenapa begitu sakit kurasakan dad ini, ketika apa yang aku harafkan jauh dari apa yang aku rasakan, kegelisahan yang berkepanjangan membuat kehidupanku kian menjadi mistis, nelangsa yang ku rasa membuat aku terpuruk dalam ketidakberdayaan, masalah yang aku hadapi jauh lebih rumit dari rumitnya benang yang kusut, apa sebenarnya yang aku cari....?????????????
Egokah aku...bila aku inginkan kebahagiaan, kenapa aku tak bisa sepenuhnya merasakan itu dicintamu....salahkah bila rasa ini kian dalam, sedang kan aku tau kau adalah miliknya ....ya kau miliknya seutuhnya.....sedangkan aku.....!!!! aku hanyalah orang yang terlambat datang mengisi kehidupanmu, egokah aku meminta belaian kasih dari orang yang telah memiliki cinta yang sempurna...?????
Akh....Tuhan, kenapa aku begitu bodoh...
Kenapa cinta membutakan pintu hatiku, kenap tak aku fikirkan orang yang aku rebut cintanya.... relakah dia berbagi denganku??? Bisakah dia menerima aku????
Aku terlalu kejam kepadanya...aku bukan orang yang mengerti akan perasaan orang lain...............?????
Kuw haraf aku bisa melupakannya... aku tak sanggup menerima cacian dari mereka karena kebodohanku... ku memang mencintaimu.... sangat mencintaimu.... tapi aku tak akan pernah memilikimu....tak akan pernah.....
Jangan pergi...
Meratapi sepiku
Tanpa hadirmu lagi
Kasihku berlalu...
Menyesal yang terjadi
Pupuskan rindu ingin
Benci kepadaku
Semua yang kulalukan ini
Bukan yang ku inginkan
....
Menangis aku disini
Mengharaf kau kembali
To bersama lagi seperti dulu
Jangan kau beranjak pergi
Tinggalkan ku disini
Karna ku tak akan mampu tanpamu ...kekasih
Ta pernah ku inginkan
Semua yang terjadi
Hancur nya cintaku..
1. Falling in love.
2. Laughing till your stomach hurts.
3. Enjoying a ride down the country side.
4. Listening to your favorite song on the radio.
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.
7. Passing your final exams with good grades.
8. Being a part of an interesting conversation.
9. Finding some money in some old pants.
10. Laughing at yourself.
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.
12. Laughing without a reason.
13. "Accidentally" hearing someone say some thing good about you.
14. Watching the sunset.
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.
16. Receiving or giving your first kiss.
17. Feeling this buzz in your body when seeing this "special" someone.
18. Having a great time with your friends.
19. Seeing the one you love happy.
20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
21. Visiting an old friend of yours and remembering great memories.
22. Hearing someone telling you "I LOVE YOU"

Waktu adalah harta termahal yang dianugrahkan Allah kepada manusia. Sukses tidaknya hidup seorang manusia ditentukan oleh sikapnya terhadap waktu. Dapat dikatakan waktu adalah hidup itu sendiri. Bukankah hidup adalah waktu yang kita gunakan sejak lahir sampai kita meninggal?
Salah satu sifat waktu adalah cepat berlalu.
Sekali berlalu dia tak pernah kembali
Apalagi diganti
Karena itu waktu menjadi “barang” teramat mahal harganya
Ada sebuah kisah tentang hakikat waktu ini
Suatu hari seorang turis mengunjungi sanggar seni seorang ahli pahat
Ia sedikit kaget ketika melihat sebuah patung yang mukanya ditutupi rambut dan kedua kakinya bersayap
“ patung apakah itu” tanya turis ini kepada pemahat?
“ kesempatan,” jawab pemahat
“ mengapa mukanya tertutup?”
“karena banyak orang tidak mengenalinya apabila ia datang mengunjungi mereka,” jawabnya kembali.
“ mengapa kakinya bersayap?”
“ karena larinya cepat dan tidak bisa terkejar, bila ia pergi”
Seperti itulah karakter waktu dan kesempatan. Saat ada jarang disadari dan disyukuri keberadaannya. Namun saat tiada ia disesali kepergiannya. Dan itu menjadi penyesalan tiada guna. Seorang ahli hikmah pernah berujar bahwa tidak ada perkataan yang paling menyedihkan selain kata “seandainya”. Tentu, yang paling menyedihkan adalah kalau penyesalan terjadi diakhirat kelak.
Sayangnya, sebagian orang kurang menyadari keutamaan waktu ini. Sehingga membiarkannya berlalu sia-sia. Tanpa sadar mereka terjerumus kedalam jurang kerugian.
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?
Gurunya menjawab, “
yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”.
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan
Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
—-
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Ruum : 21)
Semoga kita menjadi bagian dari kaum-kaum yang berfikir tersebut.
Memutuskan Untuk Menikah
Berikut Janji Allah bagi orang yang akan menikah sebagaimana kami kutip dari sebuah sumber di internet. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang ragu untuk menikah.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An Nuur : 26)
Dikatakan, jika kita ingin mendapat jodoh yang baik, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri. Semoga masing-masing dari kita mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT.
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (An Nuur: 32)
Amiin.. semoga Allah memberi jalan keluar kepada kita yang berniat menikah atas kesulitan yang tengah kita hadapi (melalui usaha yang maksimal tentunya).
“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya” (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Dikatakan, bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.” (HR. Thabrani)
Mari sama-sama kita luruskan niat. Semoga usaha yang tengah kita jalani menuju pernikahan senantiasa sejahtera.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak
> merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
> sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian". Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu
> kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya nsuyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi
> sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"
Sumber : Milis Jokam
i always think later wait will the infinite still give opportunity to us to each other to addressing,
although that in [relation/link] which far! I trust us each have owned different road;street,
" my prayer" be confidence yours love, we and what is going on is colour of warni able to make happyly [of] yours life forever
I am sorry if during the time often make you disappointed,
many change in myselves since me recognize you,
nowadays I experience my day without burden again like is.
I am sorry also which often isn't it other love [in] my moment with you,
I confess you (it) is true was different the than other and [do] not properly my him compare you with my past.
is I really face the nature of and you attitude which was contrast with my craving man,
but nowadays I enjoy this togetherness without burden,
you who I assume difference far with desire of me,
in the reality you are devoted men,
responsibility you have never broken a promise,
and you mannerism which always invite my laugh,
making me forbear staying fringe today with you.
promise at heart,
I will make happy you and forget which is till in a moment wait we was dissociated by something which you needn't know,
but be confidence I will fixed you darling,
which teaching many meaning of this lives for us.
thanks awfully and I long yous forever,
although during the time I feel far out of you,
far from yours affection caress,
memory are always make me plung in thought ,
have once this transparent tear fall to wett cheek,
but why I have to like that,
while you not yet [is] same of course,
still is fair if during the time I still isn't it yours affection,
while possibly you have otherly.
do remember you [at] a period of/to with me,?