06 Maret 2008

Manajemen Umur

Resep Sunah Menambah Pahala & Usia

Waktu adalah harta termahal yang dianugrahkan Allah kepada manusia. Sukses tidaknya hidup seorang manusia ditentukan oleh sikapnya terhadap waktu. Dapat dikatakan waktu adalah hidup itu sendiri. Bukankah hidup adalah waktu yang kita gunakan sejak lahir sampai kita meninggal?

Salah satu sifat waktu adalah cepat berlalu.

Sekali berlalu dia tak pernah kembali

Apalagi diganti

Karena itu waktu menjadi “barang” teramat mahal harganya

Ada sebuah kisah tentang hakikat waktu ini

Suatu hari seorang turis mengunjungi sanggar seni seorang ahli pahat

Ia sedikit kaget ketika melihat sebuah patung yang mukanya ditutupi rambut dan kedua kakinya bersayap

“ patung apakah itu” tanya turis ini kepada pemahat?

“ kesempatan,” jawab pemahat

“ mengapa mukanya tertutup?”

“karena banyak orang tidak mengenalinya apabila ia datang mengunjungi mereka,” jawabnya kembali.

“ mengapa kakinya bersayap?”

“ karena larinya cepat dan tidak bisa terkejar, bila ia pergi”

Seperti itulah karakter waktu dan kesempatan. Saat ada jarang disadari dan disyukuri keberadaannya. Namun saat tiada ia disesali kepergiannya. Dan itu menjadi penyesalan tiada guna. Seorang ahli hikmah pernah berujar bahwa tidak ada perkataan yang paling menyedihkan selain kata “seandainya”. Tentu, yang paling menyedihkan adalah kalau penyesalan terjadi diakhirat kelak.

Sayangnya, sebagian orang kurang menyadari keutamaan waktu ini. Sehingga membiarkannya berlalu sia-sia. Tanpa sadar mereka terjerumus kedalam jurang kerugian.

apa itu cinta & pernikahan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting
yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”.

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab “Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
—-

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Ruum : 21)

Semoga kita menjadi bagian dari kaum-kaum yang berfikir tersebut.

Memutuskan Untuk Menikah
Berikut Janji Allah bagi orang yang akan menikah sebagaimana kami kutip dari sebuah sumber di internet. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang ragu untuk menikah.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An Nuur : 26)

Dikatakan, jika kita ingin mendapat jodoh yang baik, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri. Semoga masing-masing dari kita mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (An Nuur: 32)

Amiin.. semoga Allah memberi jalan keluar kepada kita yang berniat menikah atas kesulitan yang tengah kita hadapi (melalui usaha yang maksimal tentunya).

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya” (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Dikatakan, bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.” (HR. Thabrani)

Mari sama-sama kita luruskan niat. Semoga usaha yang tengah kita jalani menuju pernikahan senantiasa sejahtera.

04 Maret 2008

temen chat ney....

ne mas zainal...dia tinggal dijakarta,
dia kerja di PT Pos Indonesia ney
temen chating, masih banyak seh temen - temen yang pengen enoenk tampangin di sini tapi nanti ya sabar azha...
mas ratim juga , thanks ya....

All Crew In Warehouse Tarakan

Hey ....
jumpa lagie ney ma enoenk, nah kalo ini foto kami waktu in warehouse,
keren kan!!!!hehehhe.....
nah aku kenalin ya yang sebelah kiri aku namanya suharyadie
kalo yang tengah enoenk chueks , hicks....
nah yang sebelah kanan itu bos aku...<>
hidup pos logistic................

01 Maret 2008

Mapukah kita Mencintai?


Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak
> merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
> sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian". Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu
> kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya nsuyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg
> sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

Sumber : Milis Jokam

because of you

i always think later wait will the infinite still give opportunity to us to each other to addressing,

although that in [relation/link] which far! I trust us each have owned different road;street,

" my prayer" be confidence yours love, we and what is going on is colour of warni able to make happyly [of] yours life forever

I am sorry if during the time often make you disappointed,

many change in myselves since me recognize you,

nowadays I experience my day without burden again like is.

I am sorry also which often isn't it other love [in] my moment with you,

I confess you (it) is true was different the than other and [do] not properly my him compare you with my past.

is I really face the nature of and you attitude which was contrast with my craving man,

but nowadays I enjoy this togetherness without burden,

you who I assume difference far with desire of me,

in the reality you are devoted men,

responsibility you have never broken a promise,

and you mannerism which always invite my laugh,

making me forbear staying fringe today with you.

promise at heart,

I will make happy you and forget which is till in a moment wait we was dissociated by something which you needn't know,

but be confidence I will fixed you darling,

which teaching many meaning of this lives for us.

thanks awfully and I long yous forever,

although during the time I feel far out of you,

far from yours affection caress,

memory are always make me plung in thought ,

have once this transparent tear fall to wett cheek,

but why I have to like that,

while you not yet [is] same of course,

still is fair if during the time I still isn't it yours affection,

while possibly you have otherly.

do remember you [at] a period of/to with me,?

enoenk neh




Hey nama aku enoenk, aku lahir tanggal 14 februari 1987, aku lahir dikota kecil di bagian selatan kalimantan, tepatnya di desa puntik tengah kec. Mandastana, kab, batola. Ketika aku berumur 7 tahun aku masuk sekolah dasar negeri puntik luar 2, setelah lulus aku melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mandastana, lalu ke SMAN 1 mandastana, perjalanan yang cukup panjang memang selama 12 tahun aku menempuh pendidikan dengan banyak pengalaman, dan sekarang aku tengah berada di Kota Tarakan, yang menurut kebanyakan orang adalah kota kecil, memang begitu kesannya, dan sebagai anak yang biasa tinggal dikota banjarmasin aku ngerasa agak kesepian di sini, mungkin aku yang kurang terbiasa, sekarang aku tinggal bersama kakaku, disini banyak mengajarkan aku arti kehidupan, dia ajarkan aku hidup itu ga Cuma bersenang-senang, karena hidup itu Cuma sementara, aku tau maksudnya itu. Disini aku belajar memperbaiki semua yang pernah aku lupakan, kucoba memahami makna hidup, aku sekarang bekerja disalah satu perusahaan tepatnya di PT POS INDONESIA. Senang rasanya dapat bergabung di perusahaan itu, aku dapat belajar banyak disana, aku juga melanjutkan kuliah di sekolah tinggi swasta yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan Tarakan, jurusan manajemen. Baru semester pertama seh... aku juga ingin segala usahaku ini ga sia2 sampai aku gapai cita-citaku....