Pertama ku mengenalmu yang pertama kali harus aku siapkan adalah kehilanganmu, dan menata hatiku untuk siap kecewa dengan hadirnya rasa dihatiku, setiap kekecewaan yang kurasakan adalah buah dari apa yang namnya harapan, karena semakin banyak aku berharaf maka semakin dalam kecewa yang akan melanda jiwaku, ternyata kenyataan pahit ini kutelan jua, manies memang yang namanya harapan, tapi harapan itu kini sirna seiring dengan berjalannya kenyataan, dan aku harus sadari itu adalah fakta,
Huhhh..... napas panjang ku hela, sesak terasa dada ini ketika kudengar ucapanmu....
Dan kata-kata itu menyisakan sedikit goresan luka didalam hatiku, akankah ini ujung cerita yang pernah kumulai.... haruskah aku akhiri dengan air mata... tapi seorang pecinta sejati tak akan pernah menari di atas penderitaan orang lain, mungkin sekarang aku harus bisa belajar menata hatiku lagi, karena itu yang akan lebih baik dari pada meratapi apa yang telah terjadi, cinta itu memang kejam, mampu membuat mata ini menangis, mampu mengoyak hati ini, .....tapi cinta juga kadang lembut membelai begitu halus hingga terlelap dalam dekapan cinta....namun yang kurasakan kini jauh sangat menyesakkan,
Ohh.....
Kenapa harus aku mulai, jika pada awalnya aku sudah tau ini adalah akhirnya,... ku memang harus membesarkan hatiku dan siap menghadapi kenyataan, ini bukanlah sandiwara, namun ini adalah cerita yang aku sendiri adalah peran utamanya, aku memang sangat sayang padamu, namun menyayangimu bukan berarti aku harus menghalalkan berbagai cara, ku ingin menjadi seorang yang sangat menghargai sportifitas, aku tak ingin rasa yang ia miliki hanya sekedar sesaat karena rasa sepi dalam hatinya, aku ingin cinta yang ia miliki itu alami,lahir karena rasa itu memang hadir dari hatinya, aku tak ingin memaksakan rasaku tuk bisa bersambut, inilah teka teki hidup, kemaren adalah sejarah, hari ini adalah anugrah dan esok adalah mistery.... ku hanya berharaf ku mampu menghadapi setiap liku jalan ini, mampu menata hatiku lagi , dan mampu menyeka air mata yang telah terlanjur menetes disudut mataku,,,,
Pahit.... ya memang pahit, seperti menelan pil yang paling pahit, rasa ingin ku muntahkan dan ingin rasanya ku berlari, tapi kemana? Ini adalah jalan yang kupilih dan aku tak mau berhenti ditengah jalan ini, “jauh api dari pada panggang “ mungkin kata itu benar, apa yang aku harapkan ga akan terus sejalan,
Dan kali ini aku tak ingin berlarut menyesalinya, aku hanya ingin hidupku terus berjalan, aku ingin yang terbaik to kamu orang yang aku syangi, aku sakit melihat kamu tak bahagia bersama orang lain, tapi aku akan lebih sakit melihat kamu tak bahagia denganku, dan aku ingin kamu mengerti itu
Ku teringat Firman – Nya :
Dan sesungguhnya kepada Tuhanmu lah kesudahannya segala sesuatu.
Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
Dan sesungguhnya Dialah yang mengidupkan dan mematikan.
Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan pasangan lelaki dan perempuan.
Aku serahkan semua pada-Nya, agar kelak ku bisa menemukan cinta yang mampu mengisi hatiku, disela cinta-Nya. Rasa ini memang sangat jelas Th@, sejelas matahari disiang hari...dan purnama dimalam hari, dan aku tau kau juga tau itu. Tapi aku bukan pecundang ...aku tak ingin dikalahkan oleh perasaanku, karena perasaan itu datangnya dari nafsu yang mengajak dosa, dan aku tak ingin menyesalinya, jika memang kelak kita ditakdirkan bersama maka Allah lah yang akan mengatur semuanya. Apa bangganya kita mendapatkan cinta yang kita damba tapi kita kehilangan cinta Allah. Pecinta sejati adalah orang yang mencintai karena Allah, dan aku inginkan itu.
Che...sungguh aku sangat sayang padamu, dan bukannya aku tidak mendamba hidup bersamamu, namun tidak semua yang didamba pasti diraih, aku sangat menyayangimu, tapi aku tak ingin kehilangan cinta-Nya. Aku mendamba hidup bersamamu, tapi aku lebih mendamba hidup nersama-Nya. Karena cinta sejati itu tidak menzalimi. cinta sejati berorientasi pada ridho ilahi, aku akan belajar tegar, berbesar hati dan semoga kamu bahagia, doaku selalu menyertaimu.....
Mey mey